Health

Dokter: Katarak Gak Bisa Hilang Kalau Cuma Pakai Obat Tetes

Jakarta (KABARIN) - Masih banyak yang berharap katarak bisa sembuh cuma dengan obat tetes mata. Padahal, menurut dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R, hal itu tidak benar.

“Enggak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan,” kata dokter Amir saat diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.

Katarak sendiri adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, sehingga penglihatan terasa buram seperti berkabut. Kondisi ini umumnya terjadi karena faktor usia, tapi bukan berarti cuma dialami orang tua saja.

Amir menjelaskan, ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko katarak. Mulai dari paparan sinar ultraviolet, riwayat trauma atau operasi mata, hingga peradangan seperti uveitis. Selain itu, gaya hidup juga berpengaruh, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, hingga penyakit seperti diabetes.

Meski terdengar serius, kabar baiknya katarak termasuk kondisi yang bisa diperbaiki. Solusinya adalah melalui operasi. Dalam prosedur ini, lensa mata yang sudah keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan, sehingga penglihatan bisa kembali jernih.

Teknologi operasi katarak juga sudah jauh berkembang. Kalau dulu butuh sayatan besar hingga 15 mm dan banyak jahitan, sekarang prosedurnya jauh lebih simpel.

“Masalah ibadah, banyak yang takut habis operasi enggak bisa sujud atau salat. Padahal dengan operasi justru ibadah jadi lebih nyaman. Operasi sekarang cepat, cuma 10-15 menit, biusnya cuma ditetes, enggak perlu dijahit, dan mata bisa langsung dibuka,” tutur dia.

Selain faktor medis, ternyata masih banyak mitos yang bikin orang ragu untuk operasi. Salah satunya anggapan kalau operasi katarak dilakukan dengan cara mencopot bola mata, dibersihkan, lalu dipasang kembali. Padahal, itu sama sekali tidak benar.

Dampak katarak juga bukan cuma soal penglihatan. Amir menyebut, secara sosial kondisi ini bisa bikin penderitanya terlihat seperti bengong atau memiliki tatapan kosong karena sulit melihat dengan jelas. Namun setelah operasi, perubahan biasanya langsung terasa.

“Dampak sosialnya, pasien katarak sering terlihat bengong atau tatapan kosong karena enggak ada yang bisa dilihat. Setelah operasi, ekspresi mukanya berubah, jadi lebih sering senyum dan berinteraksi,” ujarnya.

Jadi, kalau kamu atau orang terdekat mulai mengalami gejala katarak, jangan cuma mengandalkan obat tetes. Periksa ke dokter mata dan pertimbangkan tindakan yang memang terbukti efektif.

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: